Kopi dan Kesehatan

f 14 , 2009 at 8:21 am (Uncategorized)

Meskipun kopi pertama kali dikenal oleh manusia sebagai tanaman obat, dunia kedokteran modern sudah lama mencurigai kopi sebagai penyebab/pemicu berbagai penyakit. Mengapa kopi, bukan makanan/minuman lainnya? Mungkin karena kopi sama sekali tidak mempunyai kandungan nutrisi, tapi dapat membuat manusia merasa lebih baik tanpa sebab2 yang jelas.

186-019coffee-postersNamun para pecinta kopi di dunia dapat bernafas sedikit lebih lega karena setelah lebih dari 20 tahun penelitian yang intensif, sampai sekarang belum bisa dibuktikan bahwa kebiasaan minum kopi dalam jumlah yang wajar berhubungan dengan penyakit apapun atau gangguan kehamilan. Namun untuk amannya bila anda sedang hamil atau memiliki masalah kesehatan tertentu, ada baiknya anda mengkonsultasikan kebiasaan minum kopi anda kepada dokter. Ini juga dianjurkan kepada mereka yang memiliki tingkat kolesterol tinggi, penyakit jantung, gejala kanker payudara, atau gangguan pencernaan. Sekali lagi, sampai saat ini tidak ada penelitian yang berhasil membuktikan adanya hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan penyakit2 tersebut, tapi tidak ada salahnya kalau kita lebih waspada.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Manfaat Kopi Bagi Kesehatan

f 20 , 2008 at 8:39 am (Serba-serbi Kopi)

Telah lama orang curiga akan efek negatif dari kopi, sehingga sedikit mengejutkan bahwa penelitian terakhir menunjukkan bahwa mengkonsumsi 2-4 cangkir kopi setiap hari mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Di antaranya:

· Mengurangi resiko kanker usus besar sampai 25% (dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi kopi),

· Mengurangi resiko batu empedu sampai 45%,

· Mengurangi resiko sirosis hati sampai 80%,

· Mengurangi resiko penyakit parkinson 50-80%,

· Mengurangi frekuensi serangan asma sampai 25%, dan

· Menurut pengamatan banyak perawat selama beberapa tahun, mengurangi tingkat bunuh diri.

Disadur dari Coffee and Health (Adapted from Coffee: A Guide to Buying, Brewing & Enjoying; Espresso: Ultimate Coffee; and Home Coffee Roasting: Romance & Revival. St. Martin’s Press) by Kenneth Davis.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Asal-usul Kopi Arabika

f 20 , 2008 at 8:04 am (Tentang Kopi)

Penananaman komersil kopi pertamakali dilakukan di Arab pada abad ke-15.  Untuk jangka waktu yang lama, perdagangan komoditi yang berkelas tersebut dijaga dengan sangat ketat, para petani Arab berusaha dengan berbagai cara untuk menghentikan negara lain memperoleh biji kopi mereka yang berharga. Sejalan dengan waktu, biji kopi serta potongan tanaman tersebar ke daerah Aden, Egypt, Suria serta Turki di mana kopi terkenal sebagai “anggur arab”

Dari Arab hingga ke Seluruh Dunia

Tidak lama, kedai kopi dibuka di setiap kota di sekitar wilayah bagian timur. Kemudian, pengiriman biji kopi untuk yang pertama kali tiba di Eropa dan popularitas kopi menyebar seperti api liar. Hingga pada akhir abad ke 17, kedai-kedai kopi tersebut menyebar sampai ke Austria, Prancis, Jerman, Belanda serta Inggris.

Belanda mulai menanam kopi di daerah Timur Jauh, sementara Inggris dan Prancis menyusul dengan memperkenalkan kopi kepada koloni-koloni mereka. Di Amerika, popularitas kopi berkembang setelah peristiwa ‘Boston Tea Party’ yang terkenal, pada saat rakyat Amerika bangkit menentang  penetapan pajak yang tinggi atas teh oleh Raja George dari Inggris.

Pada abad ke-18, misionaris (utusan), para pedagang serta kolonis memperkenalkan kopi pada Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Lingkungan alamnya yang alami terbukti merupakan tempat yang tepat untuk bertanam kopi, sehingga kopi dapat tumbuh menyebar dengan cepat. Pada akhir tahun 1800an yang lalu, kopi menjadi salah satu hasil panen ekspor utama di dunia, terutama untuk negara-negara berkembang.

Kopi Saat Ini

Saat ini, kopi merupakan salah satu komoditi perdagangan terbesar di dunia yang kedua setelah minyak. Perdagangan kopi bernilai lebih dari $12 miliar dolar setiap tahun, terutama antara negara-negara berkembang tempat di mana kopi tersebut diproduksi dan dengan negara-negara industri, tempat di mana kopi tersebut dikonsumsi.
Harga kopi terus berfluktuasi tajam. Sebagai komoditi pertanian, kopi mengalami variasi dalam pengadaannya yang disebabkan oleh adanya kondisi lingkungan yang berubah. Sebagian besar hasil panen kopi di dunia diproduksi di Amerika bagian selatan dan tengah, Asia serta Afrika.

Kopi merupakan minuman ke-2 yang dikonsumsi di seluruh dunia, setelah air. Amerika Serikat adalah pengimpor terbesar kopi yang mengkonsumsi sebanyak satu per enam kali hasil panen setiap tahunnya di dunia. Namun demikian, Finlandia merupakan negara yang konsumsi per kapita paling tinggi, dengan rata-rata konsumsi per orang sekitar 1400 cangkir setiap tahunnya!

Sekarang ini di seluruh dunia, dipenuhi dengan saat-saat menikmati kopi.. kopi membuat kita terjaga, bahagia serta memberikan ketenangan. Kopi membuat kita semangat dan siap untuk menghadapi segala pekerjaan. Kopi dapat menemani kita istirahat, sehingga memberikan kesempatan untuk rileks dan merefleksikan diri, ataupun dapat menemani kita berbagi cerita.

Sumber: http://www.sahabatnestle.co.id/

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Quartet Kunam

f 20 , 2008 at 7:56 am (Di Balik Layar)

Inilah kami, dari kiri ke kanan: Ucup, Antok, Aku (Abi) dan Wisnu

img_2802

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sejarah Kopi

f 20 , 2008 at 7:43 am (Tentang Kopi) ()

Legenda seorang penggembala kambing yang bernama Khalid di Kaffa di Ethiopia sana, yang mendapati para kambingnya sontak menjadi bersemangat, menggebu setelah mengunyah serumpun buah kemerahan yang mirip cherry, dipercaya menjadi titik awal di mana kopi itu berasal. Pusat produksi qahwah sekitar 1000 – 1500 tahun lalu ada di kota pelabuhan Mocha di Yemen, kemudian menjadi kata serapan qahve oleh orang Turki yang menyajikan sebagai minuman kepada tamu-tamu pedagang Italia. Para pedagang Italia inilah yang kemudian membawa caffe (kata qahve yang diserap) ke daratan Eropa dan mulailah menyebar ke seluruh dunia menjadi minuman ajaib yang digilai banyak orang.

Lebih sering orang (di Indonesia) mengenal kopi hanya 2 saja, kopi tubruk dan kopi instan dan juga dikenal kopi arabica dan kopi robusta. Kopi ada 4 jenis, yaitu kopi arabica (Coffea arabica), kopi robusta (Coffea canephora), kopi liberica (Coffea liberica) dan kopi excelsa (Coffea dewevrei). Yang 2 belakangan itu memang jarang sekali didengar apalagi dilihat. Saya sendiri tidak pernah melihat penampakan 2 jenis kopi yang terakhir itu.

Konon kopi liberica merupakan “best of the best” dari segala kopi di dunia ini. Sayangnya kopi liberica ini sangat kecil volume yang beredar di dunia. Ajaibnya, kopi liberica ini tanamannya termasuk tanaman hutan dan banyak terdapat di pedalaman Kalimantan sana dan sudah berabad lamanya menjadi minuman tradisional suku Dayak di sana. Pohon liberica ini bisa mencapai ketinggian 30 m, dan biji kopi liberica merupakan biji kopi dengan ukuran terbesar di dunia. Kalau kopi excelsa, sayangnya saya tidak punya cukup referensi untuk bercerita.

Kopi yang beredar di dunia secara umum terbagi menjadi 70% Arabica dan 30% Robusta. Kita patut berbangga bahwa Indonesia merupakan penghasil the best Arabica coffee di dunia, walaupun bukan penghasil Arabica terbesar di dunia. Arabica sendiri masih terbagi lagi menjadi 2, yaitu commercial arabica dan specialty arabica. Commercial arabica adalah arabica ‘pasaran’ yang walaupun grade’nya lebih tinggi dari robusta, tapi tidak memiliki rasa specific yang unik. Sementara specialty arabica HANYA dihasilkan oleh Indonesia.

Commercial arabica mendominasi dunia dengan 63%, yang terutama dihasilkan di Columbia dan Brazil. Sementara specialty arabica hanya mengisi 7%. Ada 7 macam kopi arabica, 6 di antaranya dihasilkan oleh Indonesia, dan hanya 1 dihasilkan oleh Jamaica yang sangat terkenal dengan nama Blue Mountain. Kopi Blue Mountain yang asli memang cukup mahal, mantap dan enak. Adapun 6 jenis kopi arabica Indonesia adalah: Gayo di Aceh, Mandheling di Sumatera Utara, Java di Jawa (terutama Jawa Timur), Kintamani di Bali, Toraja di Sulawesi dan jenis baru Mangkuraja dari Bengkulu. Toraja sendiri sering juga disebut dengan Kalosi Toraja, Mandheling kadang ditulis dengan Mandailing. Ada juga orang yang menggolongkan Gayo dan Mandheling menjadi satu yaitu Sumatra Coffee, seperti penggolongan yang dilakukan oleh Starbucks.

Sumber: aleandrawijaya.multiply.com

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sejarah Kami

f 20 , 2008 at 7:13 am (Di Balik Layar) ()

Semua berawal ketika saya membaca sebuah buku yang menceritakan jatuh bangunnya Starbucks oleh Howard Schultz. Saya jadi terinpirasi untuk membuat warung kopi karena saya mencintai kopi dan karena ada modal tentunya, hehehe… Kemudian saya mencari kopi apa yang sangat memungkinkan digunakan dan kebetulan di kampung saya ada kopi yang menurut saya enak dan murah, saya ambil kopi itu. Ketika satu dua kali aku bawa ke kantor dan teman-teman saya merasakan, respon yang didapat cukup positif. Akhirnya saya mulai mematangkan rencana membangun sebuah warung kopi. Seiring berjalannya warung, ternyata teman kampus saya juga ingin membangun sebuah usaha. Setelah saya lobi dan kenalkan dengan dunia kopi, akhirnya dia setuju gabung. Sambil menggodok konsep dan menghitung bujet, 2 teman kampus saya yang lain akhirnya ikut bergabung. Kami lalu sepakat dan bertekad untuk membangun warkop yang akhirnya diberi nama Warkop Kampoeng.

Sesuai namanya, konsep yang ditawarkan adalah kampungan atau ndesho. Jadi yang terbayang adalah bangunan yang serba bambu, meja dan kursi panjang, lesehan dengan menu dan harga yang serba kampungan juga. Sempat ada diskusi lokasinya mau di Solo atau Jogja mengingat ketiga temanku ada di Solo dan aku di Jogja. Setelah mempertimbangkan banyak, kami putuskan membuakanya di Solo. Kami lalu mencari-cari tanah untuk disewa dan ketemu di Ngoresan, utara Asgross, belakang UNS. Ketika proses pembangunan juga banyak kendala yang menghadang terutama membengkaknya bujet. Tapi atas dasar tekad, semangat dan kecintaan pada kopi yang kuat, alhamdulillah semua bisa kami lewati.

Tepat tgl 10 Oktober 2008, telah lahir dengan selamat Waroeng Kopi Kampoeng!

Monggo mampir dan coba Kopi Kampoeng kami!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.